Lagi-lagi biar nggak lupa..hehe…tulis aja deh..siapa tahu ada yang mau baca juga..
Tulisan ini merupakan cuplikan salah satu Bab dari bukunya Ippho ‘Right’ Santoso, tahukan?? Buku “Percepatan Rezeki”.
Dalam salah satu babnya disebutkan beberapa alasan kenapa kita tidak boleh Miskin.Cara penyampaiannya lewat sebuah cerita.Berikut ceritanya :
Suatu hari di Sidney, Australia, seoarang penjual roti kecil-kecilan didatangi oleh seorang ibu. Selesai memilih roti, si Ibu hendak membayar, namun dicegah oleh si penjual roti. Sambil tersenyum si penjual roti berujar “Ambil saja, Bu. Anggap saja itu hadiah dari saya”. Si Ibu pun senang, keesokan harinya, si ibu menghadiahkan karangan bunga untuk si penjual roti.
Kemudian, si penjual roti didatangi oleh bapak-bapak. Selesai memilih si Bapak hendak membayar, namun dicegah oleh si penjual roti. Si Penjual Roti berujar, “ambil saja Pak, anggap saja itu hadiah dari saya”. Si Bapak pun senang. Keesokan harinya, si Bapak menghadiahkan gantungan kunci ke si penjual roti.
Lalu, Si Penjual Roti didatangi oleh seorang Mahasiswa Indonesia. Selesai memilih roti, si Mahasiswa ingin membayar, namun dicegah oleh si Penjual Roti. Si Penjual Roti berujar, “Ambil Saja dek, anggap saja hadiah dari saya”. Si Mahasiswa pun senang. Keesokan harinya, apa yang terjadi?? Si mahasiswa langsung mengajak rekan-rekan Indonesia lainnya mendatangi si penjual roti. Yah..apalagi kalau bukan berharap roti gratisan!!hehehe..
Kadang miskin itu bukan hanya soal materi, tapi juga soal mental. Si penjual roti kecil-kecilan tadi, walaupun secara materi dia belum kaya, namun secara mental dia sudah kaya. Si mahasiswa Indonesia, bisa jadi secara materi dia sudah kaya, tapi secara mental dia belum kaya. Ia masih miskin. Adalah kecelakaan besar apabila seseorang sudah jatuh pada miskin materi juga miskin mental!
Kalau miskin, jangan-jangan Anda malah :
- Dizakati dan disedekahi
- dihajikan dan diumrahkan oleh orang lain
- susah untuk menuntut ilmu
- membebani keluarga
- membebani ekonomi umat
- menelantarkan sarana umat
- melemahkan bargaining position umat
- melemahkan dakwah dan syiar agama


